Minta Proyek, Pengusaha Asli Papua Babak Belur Dihajar Orang Suruhan Dinas PU Provinsi Papua

  • Whatsapp
Minta Proyek, Pengusaha Asli Papua Babak Belur Dihajar Orang Suruhan Dinas PU Provinsi Papua
Minta Proyek, Pengusaha Asli Papua Babak Belur Dihajar Orang Suruhan Dinas PU Provinsi Papua

69NewsPapua.com, Jayapura- Orang PapuaTidak ada titik temu antara Pengusaha Asli Papua bersama Kepala dinas Pekerjaan umum Provinsi terkait Perpres no.17 tahun 2019 dan Pergub no.14 tahun 2019 tentang Pekerjaan penunjukan langsung, menyebabkan dua Pengusaha asli papua di pukul hingga babak belur oleh orang suruhan, di halaman kantor Dinas pekerjaan umum provinsi Papua dok II Jayapura, Senin, (25/11/2019).

Permasalahan ini terjadi ketika puluhan pengusaha asli Papua mendatangi kantor dinas pekerjaan umum provinsi papua gunah meminta kepada kepala dinas pekerjaan umum Gerius yoman agar merealisasikan pekerjaan proyek berskala kecil yang sudah dilakukan sejak pengesahan anggaran induk APBD sampai anggaran perubahan, dimana sudah di janjikan  bahwa akan direalisasikan di tahun 2019 ini kurang lebih 400 proyek kecil yang tersebar di kota Jayapura,kab.jayapura,keerom dan sebagian diwilayah pegunungan papua untuk di kerjakan.

Permintaan ini di respon kepala dinas pekerjaan umum Gerius yoman dengan menemui Para pengusaha asli papua di aula kantor dinas pekerjaan umum provinsi papua dan Ia menyampaikan klarifikasi tentang pemindahan proyek 2019 ke tahun anggaran 2020 kepada pengusaha asli papua,dan pernyataan nya dianggap tidak memiliki dasar hukumyang tepat dari kesepakatan awal yang dirinya katakan kepada mereka,Ujar Soni wanma selaku ketua forum komunikasi pengusaha asli papua di kantor dinas pekerjaan umum senin kemarin.

Tambah Sonni Wanma, Hal tersebut mengundang protes puluhan Pengusaha asli papua di depan kantor dinas pekerjaan umum provinsi papua dan mendapatkan perlawanan fisik dari belasan orang suruhan dengan menggunakan panah dan alat tajam lainya yang mengakibatkan dua Pengusaha asli Papua mengalami cedera berat atas nama Amon Wakris dan Jems Tanawani yang dilarikan ke rumah sakit Umum Daerah Jayapura, untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu ditempat yang sama Rita Ayomi, salah satu saudara korban mengatakan kepala dinas pekerjaan umum harus bertanggung jawab atas kasus kekerasan yang dilakukan.

“Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua harus bertanggung jawab atas kasus kekerasan yang dilakukan hingga mengakibatkan saudara mereka terkapar di rumah sakit dan kepada pihak kepolisian agar usut tuntas cara cara premanisme yang di pakai dinas pekerjaan umum provinsi papua,” ungkap Rita dengan penuh kesal. (anf/clw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *