Pertumbuhan Ekonomi Hijau Di Proivinsi Papua Harus Melihat kepentingan OAP dan konteks lokal

  • Whatsapp
Pertumbuhan Ekonomi Hijau Di Proivinsi Papua Harus Melihat kepentingan OAP dan konteks lokal
Pertumbuhan Ekonomi Hijau Di Proivinsi Papua Harus Melihat kepentingan OAP dan konteks lokal

69NewsPapua.com, Jayapura – Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang baik, serta memberi ruang ekonomi hijau dan kehidupan bagi masyarakat Papua yang masih hidup dengan begantung kepada alam.

Hal ini menjadi pembahasan dalam  lokakarya Konsultasi Publik Rencana Pertumbuhan Ekonomi Hijau Provinsi Papua, yang dibuka oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Sekda Provinsi Papua, Muhammad Musa “Ad, di Jayapura, Kamis, (24/10/2019).

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Asisten Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Sekda Provinsi Papua, Muhammad Musa”Ad, menyampaikan, penghidupan masyarakat Asli Papua masih tertuju pada alam di Papua.

” Bentang alam Papua menyimpan sumber daya alam yang sangat besar dan rumah bagi berbagai ekosistem serta keanekaragaman hayati yang tak ternilai harganya. Lebih daripada itu alam Papua merupakan modal dasar penghidupan masyarakat khususnya untuk orang asli Papua, dan juga merupakan pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah,” tuturnya.

aktivitas pembangunan yang terlalu menitikberatkan pada ekstraksi sumber daya alam ini mulai memperlihatkan berbagai dampak negatif yang perlu dicari solusi yang tepat.

“Untuk itu jika sewajarnya sampai hari ini perekonomian papua sebagian besar bersandar pada ekstraksi sumber daya alam berupa kayu, produk pertanian, produk perikanan, hasil tambang dan beberapa sumber lainnya. Namun aktivitas pembangunan yang terlalu menitikberatkan pada ekstraksi sumber daya alam ini mulai memperlihatkan berbagai dampak negatif yang perlu sesegera mungkin diwaspadai dan mencari solusi yang tepat dan menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” katanya.

“Rencana induk dan peta jalan pertumbuhan ekonomi hijau ini nantinya, sejumlah strategi dan bentuk intervensi, dan kegiatan yang mampu untuk mengakomodir beberapa target pembangunan berkelanjutan Provinsi Papua antara lain, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pertumbuhan inklusif yang merata, ketahanan sosial, ekonomi dan lingkungan, ekosistem yang sehat dan produktif memberikan jasa-jasa lingkungan dan, pengurangan emisi gas rumah kaca.  hal yang sangat penting bagaimana kepentingan Orang Asli Papua (OAP) dan konteks lokal yang utama dan pertama untuk diperhatikan dalam rencana pertumbuhan ekonomi hijau ini,” jelasnya.

“Sangatlah tidak mungkin pertumbuhan ekonomi hijau ini dapat berjalan dengan baik tanpa adanya usaha dan upaya yang optimal, serta komitmen dan koordinasi yang baik antara semua pihak terkait, baik di jajaran pemerintah provinsi antara OPD, antara Provinsi dengan Kabupaten, antara Provinsi dengan nasional. Terlebih lagi kemitraan antara pemerintah masyarakat sektor swasta dan mitra pembangunan dalam bersama-sama dan melaksanakannya dalam mencapai pertumbuhan ekonomi hijau di Papua,” jelasnya.

“Rencana induk dan peta jalan ini diharapkan dapat menterjemahkan  visi dan misi pemerintah provinsi Papua secara konkrit dan sistematis ke dalam rencana pembangunan daerah melalui kesamaan paham bersama dalam Pembangunan Daerah dan pengembangan daerah. Melalui kesamaan paham dalam pengembangan perencanaan yang dilaksanakan, baik pada tingkat provinsi maupun tingkat kota/ kabupaten sesuai dengan konteks lokal,” lanjutnya.

“Untuk itu saya sangat mengharapkan lokakarya ini dapat menghasilkan pemahaman bersama dan peran serta aktif dari seluruh peserta lokakarya dalam memberikan masukan input dan saran yang membangun dalam memperkaya konsep dan strategi pertumbuhan ekonomi hijau Provinsi Papua dan mewujudkan cita-cita bersama dalam mewujudkan yang berkeadilan dan berkelanjutan di Papua,” pungkasnya. (clw/trp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *