Yanto Ondi Himoye, SH. Kepala Suku Wafi Kampung Ifar Besar Sentani, Kab. Jayapura: Kepala Suku Wafi, Yanto Ondi-Senin Besok Kami Akan Palang Jalan Masuk Bandara Sentanii

  • Whatsapp
Yanto Ondi Himoye, SH. Kepala Suku Wafi Kampung Ifar Besar Sentani, Kab. Jayapura: Kepala Suku Wafi, Yanto Ondi-Senin Besok Kami Akan Palang Jalan Masuk Bandara Sentani
Yanto Ondi Himoye, SH. Kepala Suku Wafi Kampung Ifar Besar Sentani, Kab. Jayapura: Kepala Suku Wafi, Yanto Ondi-Senin Besok Kami Akan Palang Jalan Masuk Bandara Sentani

69NewsPapua.com, Kab. Jayapura – Belum dibayarnya tanah adat milik suku Ondi dari Kampung Ifar Besar, oleh pemerintah daerah kabupaten Jayapura, dalam hal ini Bupati Jayapura, maka Kepala Suku Wafi, Yanto Ondi Himoye akan menggerakkan massa untuk melakukan aksi pemalangan di jalan poros SMP Negeri I hingga jalan masuk Bandar Udara Sentani, pada Senin, (18/11/2019).

Aksi pemalangan ini dilakukan pemilik hak ulayat atau Suku Ondi, karena merasa hingga saat ini pemerintah daerah kabupaten jayapura tidak mengindahkan masukkan surat masyarakat adat Suku Ondi untuk membayar ganti rugi, atas pemakaian tanah adat untuk pembangunan jalan Bandara Sentani.

“Saya ingin sampaikan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Jayapura menyangkut pembebasan lahan areal Jalan Bandar Udara Sentani yang sampai dengan detik ini, hari ini tanggal 15 November 2019 belum juga ada penyelesaian kepada kami pihak adat, selaku pemilik tanah adat, entah kenapa saya tidak tahu, sementara yang kami amati dengan sangat bijaksana kami selaku pemilik maupun kepala suku, pemilik tanah adat tersebut dengan sangat bijaksana memberikan dan menjunjung tinggi program pemerintah untuk pembangunan ruas jalan Bandar Udara Sentani, untuk kepentingan umum dan juga menyambut PON 2020,” tegas Yanto Ondi Himoye, SH, Kepala Suku Wafi kampung Ifar besar, saat memberikan keterangan pers di sentani kabupaten Jayapura, Jumat, (15/11/2019).

“Namun kami Sampai dengan saat ini masyarakat adat keluarga besar kami, suku saya sendiri suku Ondi, dan saya kepala suku Wafi,  menyampaikan kepada pihak pemerintah kenapa hingga saat ini belum juga terealisasi atau pembayaran ganti rugi atas lahan tanah kami,” tutur Yanto Ondi Himoye.

Papar, kepala suku Wafi, Yanto Ondi, aksi palang ini dilakukan di jalan poros SMP Negeri I dan jalan masuk Bandar Udara Sentani, karena masyakat ada sudah merasa bosan dengan janji-janji muluk dari pemerintah daerah.

“Pada jalan poros SMP Negeri 1 hingga jalan masuk Bandar Udara Sentani. Dari sisi bahu jalan itu ada pelebaran masuk 7 meter ke dalam, dari sisi jalur kanan dan kiri. Dengan demikian kami masyarakat sudah sangat bosan dengan janji-janji ataupun apa yang telah dijanjikan oleh pemerinrah, dalam hal ini untuk segera direalisasi. Dan segera dilakukan pembayaran. Sementara tahapan administrasi atau bukti-bukti otentik kami, sudah sangat lengkap dan sudah di pegang oleh pemerintah daerah, maupun instansi terkait,” papar Kepala suku Wafu, Yanto Ondi Himoye.

“Instansi terkait juga tidak bisa menjawab karena belum ada perintah dari kepala daerah, selaku Bupati. Dengan alasan yang kami tidak ketahui. selaku kepala daerah belum mengambil kebijakan dan memberikan tanggung jawab kepada instansi terkait untuk melakukan pembayaran ganti rugi kepada masyarakat adat,” tegas Kepala Suku Wafi, Yanto Ondi Himoye.

Kepala Suku Wafi, Yanto Ondi juga mengungkapkan, sesuai surat tembusan kepada instansi terkait maka masyarakat adat akan melakukan aksi pemalangan.

“Kami akan lakukan aksi pemalangan yaitu pada hari Senin sesuai dengan surat tembusan yang sudah kami masukkan pada instansi masing-masing, pada dinas pertanahan, dinas PUPR, juga Kapolres Jayapura, Kapolsek Sentani Kota, Danramil,” ungkap kepala suku Wafi, Yanto Ondi Himoye.

“Kenapa saya tidak membuat tembusan kepada Sekda maupun Bupati, karena beberapa kali surat kami yang masuk tidak diindahkan, bahkan untuk bertemu saja sangat susah sekali. Akhirnya kami hanya bertemu dan menekan kepada Kepala Dinas PUPR maupun pertanahan. Mereka juga tidak bisa menjawab karena semua kembali ke Sekda maupun Bupati. Mereka sudah katakan bahwa mereka dilema. Dari hasil perkataan dilema itu maka saya katakan bahasa itu atau jawaban itu yang saya tunggu,” tutur Kepala Suku Wafi, Yanto Ondi Himoye.

“Maka kami masyarakat adat selaku pemilik hak ulayat akan melakukan aksi pemalangan agar Bupati dan Sekda dapat melihat dan membuka mata.

Tanpa harus dikontrol atau di kemudi oleh orang-orang yang tidak punya hak di atas tanah itu. Karena yang berhak bicara diatas tanah itu adalah kami,” tandas Kepala Suku Wafi, Yanto Ondi Himoye. (Jkr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *