Ass II Musa”Ad-SKPD Tindak Tegas ASN Tidak Ikut Apel Pagi, TPP Akan Dipotong

  • Whatsapp
Ass II Musa"Ad-SKPD Tindak Tegas ASN Tidak Ikut Apel Pagi, TPP Akan Dipotong
Ass II Musa"Ad-SKPD Tindak Tegas ASN Tidak Ikut Apel Pagi, TPP Akan Dipotong

69NewsPapua.com, Jayapura-Asisten bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekretaris daerah provinsi Papua, Musa”Ad mengatakan dengan tegas, bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemerintah provinsi Papua yang tidak mengikuti apel setiap Senin pagi, maka tunjangan penghasilan pegawai (TPP) akan di potong. Hal inidikatan diruang kerjanya, Senin, (18/11/2019).

Katanya lagi, pimpinan SKPD juga harus tegas kepada staf agar setiap senin pagi mengikuti apel.

“Kita untuk bisa terus bekerja dengan baik, memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Papua ada berapa hal yang disampaikan pertama kita selalu mengevaluasi suasana apel pagi kita dan semakin hari semakin baik tapi semakin menurun semangatnya, semakin menurun jumlahnya,” kata Ass II, Musa Ad.

“Bahasa apalagi yang harus kita sampaikan, dengan pendekatan apalagi yang harus kami sampaikan, kalau semua cara sudah disampaikan tapi teman-teman kita yang tidak hadir tetap saja tidak tergerak hatinya. Kita juga selalu mendoakan supaya Tuhan gerakan hati mereka. Sepertinya mereja sudah membeku gitu jadi kita doakan juga kaya Tuhan tidak kabulkan,” tutur Musa Ad.

Musa Ad menegaskan, agar pimpinan SKPD melakukan tindakan tegas bagi stafnya yang tidak ikut apel pada setiap Senin pagi.

“Ini satu hal mohon pimpinan SKPD harus ada tindakan tegas kepada semua staf kita yang tidak hadir pada setiap apel pagi,” tegas Musa Ad.

“Saya ingin menyampaikan kemarin kita sudah menyaksikan dalam rangka pembinaan KPK kita sudah membenahi yang namanya barang milik daerah (BMD). Mobil-mobil itu sudah dikumpulkan dan ditarik semua dari tangan tangan yang tidak berhak memegangnya. Dan ini akan terus berjalan, selanjutnya diikuti lagi dengan rumah-rumah yang tidak berhak mendiami nya juga akan ditarik,” beber Musa Ad.

“Pada tahapan berikut termasuk di dalam ASN. Ya jadi ini sudah barangnya selesai habis itu baru diatur lagi dengan ASN nya. Ini kaitannya dengan bagaimana kita. Jadi kalau kita terima TPP tapi kita tidak masuk maka suatu saat nanti ada kemungkinan, ada keputusan kemudian harus dikembalikan itu uang yang kita terima. Jadi tolong sampaikan kepada yang tidak masuk tidak masuk ini jangan mereka bergembira begitu bahwa, tidak masuk juga terima TPP,” papar Musa Ad.

“Kami sudah mengingatkan bahwa kalau sudah masuk dalam tahapan sesudah BMD ini, akan masuk pada tahapan ASN, dan di situ siapa-siapa yang tercatat dan terbukti menerima TPP dengan tingkatan yang tinggi tetapi tidak sesuai dengan faktanya, maka kewajibannya yang harus mengembalikan, dipotong gajinya sekian tahun bisa sampai pensiun nanti tidak selesai yang mengembalikan uang negara yang sudah dia terima,” tegas Musa Ad.

“Jadi tolong disampaikan kepada teman-teman yang tidak hadir. Kelihatannya semakin mendekati bulan Desember ini semakin habis ini peserta apel,” tandasnya. (clw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *