Inilah Yel-yel Bupati Keerom Untuk Selamatkan Warganya Dari Ancaman Covid-19

  • Whatsapp

69NewsPapua.com – Berbagai upaya yang dilakukan Bupati Keerom, Muh Markum untuk mencegah dan menyelamatkan warganya dari ancaman wabah virus Corona (Covid-19).

Upaya yang dilakukan ini, Bupati Markum langsung turun ke kampung-kampung untuk mensosialisasikan penggunaan masker, mensosialisasikan cara pencegahan penanganan Covid-19 sekaligus pembagian Sembako kepada warga.

Bahkan Bupati Markum menciptakan sebuah yel-yel untuk pencegahan Covid-19 yaitu, “Bersatu Melawan Covid-19…  Masker Ku Melindungi Mu, Masker Mu Melindungi Ku.. Tamne Yisan Kafase… Keerom,,,,,Tangguh”. 

Yel yel tersebut dipraktekan langsung Bupati Markum bersama masyarakat saat membagikan Masker dan Sembako kepada masyarakat di Kampung Jaifuri, Distrik Skanto Kabupaten Keerom, Senin (20/04/2020).

“Yel-Yel ini salah satu bentuk untuk penyemangat masyarakat dalam memutuskan mata rantai Covid-19 di Kabupaten Keerom, khususnya di Kampung Jaifuri,” kata Bupati Markum.

Bupati Markum mengajak untuk terus mengkampanyekan pemakaian masker karena pemakaian Masker adalah salah satu bentuk pegendalian dan pencegahan Covid-19 di distrik Skanto dan di Kabupaten pada umumnya.

Hal tersebut sejak dengan tugas dan intruksi dari pemerintah mulai dari Presiden, Kementerian, Provinsi, Kabupaten sampai tingkat Distrik dan Kampung.

“di Kabupaten Keerom yang harus kita laksanakan bersama-sama dalam rangka penanganan Covid-19 ada tiga hal fokus yakni, masalah penanganan kesehatan, masalah penanganan dampak sosial, dan jaring pengaman sosial atau penyediaan sosial,” katanya.

Untuk memutuskan mata rantai Covid-19 di Kabupaten Keerom, maka masyarakat di Kampung Jaifuri dan Kampung Intermelyan distrik Skanto harus bersama-sama, yang di mulai dari elemen masyarakat, stakholder, RT-RW, Kampung, Distrik hingga Tim Gugus Tugas.

“Salah satunya menyerahkan bantuan berupa sembako untuk 1.040 KK dan 5.110 pcs Masker ke Kampung Intermelyan dan Kampung Jaifuri. Saya berharap agar bantuan masker dan sembako ini bisa didistribusikan secara baik mulai dari tingkat Rt, Rw, Keluarga,” harap Bupati Markum.

Bupati juga berharap kepada Rt/RW, Kepala Kampung dan Kepala Distrik untuk terus mengkampenyekan pemakaian masker.

Sebab pemakaian Masker dapat mencegah lajunya penyebaran wabah Covid-19 di kabupaten Keerom yang dipimpin tersebut. “Saya bersama tim Gugus akan Tugas akan terus mensosialisasi pencegahan Covid-19 di kampung-kampung,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Markum mengingatkan kembali peraturan perundang-undangan bahwa sebagai jati diri bangsa Indonesia yaitu, kita terus menerus, kita mengedepankan tenggangrasa, goto-royong saling mengharagai, dan saling membantu.  “Itu salah satu kunci untuk menangani covid-19 di kabupaten keerom ini,” paparnya.

Bupati Markum menegaskan saat ini daerah sedang dalam menghadapi masa sulit, sehingga jangan lagi dipersulit dengan berita-berita bohong (hoaks). “Kalau mau mencari berita yang baik datang ke tingkat kampung, koordinasi dengan RT, RW, kepala kampung dan tingkat distrik sampai Gugus Tugas,” tegasnya.

Sampai saat ini, tim Gugus Tugas  sebanyak 25 orang masuk dalam ODP (Orang Dalam Pengawasan) dan 31 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sementara pisitif Covid-19 4 orang diantaranya,  1 orang di kampung kampung Waro Distrik Arso 7, 1 Orang di Kampung 10 dan dan 2 orang di kampung Intaimelyan Distrik Arso 9.

Sementara itu, Kepala Kampung Jaifuri Arso 3, Distrik Skanto, Tedy Suseno menyampaikan terimakasih atas kebijakan yang dilakukan oleh Bupati terhadap penanganan dan pencegahan Covid-19 di kabupaten Keerom.

Dimana dalam penanganan tersebut, kata Tedy, pihaknya menggunakan dari dana desa untuk disalurkan langsung kepada masyarakat berupa  pembagian masker dan sembako dengan jumlah 1.040 KK dengan jumlah 3.521 jiwa.

“Nanti penyaluran akan dibagikan melalui RT-RW kepada warganya masing-masing.  Jadi setiap Rt dan RW yang akan membagikan sembako harus menggunakan NIK atau KTP warga. Harus dilakukan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban nantinya,”  tukas dia.

Hal yang sama disampaikan Kepala Distrik Skanto, Donatus Warombri, S.sos  bahwa dari total keseluruhan warga 23.240 jiwa yang tersebar di di 12 kampung, pihaknya sudah melakukan pembentukan Gugus Tugas di Tingkat Kampung sesuai amanat dan indstruksi dari Bupati kabupaten Keerom.

“Gugus tugas ini sudah melaksanakan tugas secara maksimal, terutama dalam penanganan pencegahan Covid 19 di wilayah Distrik Skanto,” katanya.

Selaku Kepala Distrik, pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar proses penanganan COVID-19 terus berjalan, sehingga masyarakat tetap dalam kondisi sehat terus pada pembagian sembako dan masker. (miki/torip)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *