DPR Papua, John Gobay-HUT Otsus Harus Ada Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Papua

  • Whatsapp
DPR Papua, John Gobay-HUT Otsus Harus Ada Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Papua
DPR Papua, John Gobay-HUT Otsus Harus Ada Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Papua

69NewsPapua.com, Jayapura-John Gobay, Anggota DPR Papua 14 Kursi menggelar dengar pendapat masyarakat tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua bersama Forum Peduli  Hak Politik OAP dalam Pemerintahan,  di Pasar Mama mama Papua, Kamis, (21/11/2019).

Dewan Perwakilan Rayat Papua jalur Adat 14 kursi, John Gobay mengatakan,  Undang-Undang Otonomi Khusus adalah

merupakan resolusi konflik yang dihadirkan hanya untuk menyenangkan masyarakat Papua.

“Otsus Itu Undang-Undang sebuah peratura yang merupakan resolusi konflik, yang mana dulunys tidak ada menjadi ada contoh, MRP, DPR, Gubernur Orang Asli Papua, adalah sesuatu yang baru  karena undang-undang otsus,” kata John Gobay.

Tutur John Gobay, dana Otsus dibagi ke provinsi dan kabupaten dalam jumlah triliunan rupiah, namun dari dana tersebut masih kurangnya pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Dana otsus ini memang di bagi di kabupaten maupun provinsi dalam bentuk program KPS, gerbang mas, dana prospek, juga danana  Otsus jumlahnya triliunan rupiah, tetap dana tersebut belum ada untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan ini yang perlu untuk diperhatikan,” tutur Gobay.

Kata Gobay, dana Otsus sudah berjalan selama 19 tahun sejak tahun 2001 silam, namun masyarakat ekonomi lemah tidak merasakan hadirnya dana tersebut.

“Seperti yang dirasakan oleh ibu-ibu di pasar mama papua sekarang, untuk berjualan saja tidak punya modal lalu dari mereka mengambil pinjaman karena dari pinjaman mereka harus memikirkan bagaiamana mengembalikan bunga yang besar sementara untuk kebutuhan rumah tangga saja tidak cukup,” kata Gobay.

“Ini adalaah persolan mereka mama-mama juga Orang Asli Papua umumnya  yang mana mereka itu berjualan karena berhubungan dengan barang-barang yang mereka jual ini bisa laku. Pedagang ibu-ibu di pasar Mama Papua harus membeli barang dan menjual di pasar. Perlu modal dan itu kesulitan yang dirasakan,” kata Gobay.

“Dengan peringati Hari Ulang Tahun Otonomi Khusus Papua yang jatuh pada (21 November 2019, ibu ibu pasar mama mama  papua pasar  bisa menjadi di perhatikan supya hasil jualan di ini  penjualan bisa laku,” ujar Gobay.

Gobay berharap, dengan Otsus yang sudah berjalan memasuki 19 tahun ini, ada perhatian bagi pemberdayaan ekonomi harus diperhatikan.

“Otonomi Khusus Papua yang masuk tahun ke-19 berharap ada dana pemberdayaan ekonomi rakyat yang dananya kurang lebih sama dengan dana prospek, dana gerbang mas, dan KPS. untuk ekonomi seharusnya dikhususkan untuk pemberdayaan ekonomi rakyat dalam membantu mama  Papua  agar mereka punya modal dalam berusaha, dan jangan pinjam uang lagi dari koperasi simpan pinjam yang berbunga tinggi,” harap Gobay.

“Ini dilakukan mengingat,  barang yang dijual oleh mama Papua tidak laku terjual. Otomatis mereka tidak dapat penghasilan yang akan berdampak pada kehidupan keluarga.Bagaimana mereka akan berpikir mengembalikan pinjaman dari koperasi koperasi juga sudah masalah,” tutur Gobay.

Sementara salah satu penjual di pasar mama Papua, Asnat Hinggamer mengatakan, dari dana Ootonomi Khusus yang dijanjikan pemerintah kepada mama-mama Papua supaya diperhatikan pemberdayaan ekonomi pasar mama-mama Papua.

“Mama mama di sini mau berjualan tapi kita mau mendapat bantuan dana pinjaman. Dari mama juga permasalahan yang di hadapi semua perempuran Papua di Tanah Papua ini, kata Asnat Hingamer.

“Saya sebagai masyarakat kecil merasa bahwa program dari Otonomi Khusus itu tidak berdaya bagi kita mama Papua khususnya dengan pengembangan ekonomi.

Kita hanya dengar jumlah yang diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah tetapi dana tidak pernah kita dapat,” beber Asnat.

“Terima kasih untuk pertemuan dengan mama-mama yang belum paham banyak tentang otonomi khusus namun karena kerjasama baik dengan SOLPAP, Pemuda Papua dan Jhon Gobay anggota DPR Papua dari 14 Khursi Adat, di pasar mama papua, membuka pemahaman baru bagi mama- mama. Kami ingin jika ada pejabat yang datang dan bertatap muka dan membagikahn informasi baru tentang pembangunan Papua akan sangat menolong mama-mama disini,” ujar Asnat.

“Harapan saya, Pemerintah Kota khususnya agar tidak membiarkan mama mama berjualan dengan keadaan yang ada, tetapi dengan otonomi khusus ini dipercayakan untuk buat pelatihan-pelatihan supaya ada mama mama pasar Papua punya ketrampilan khusus untuk mengelola kuliner di pasar dan kaedaan pasar rame kembali lagi,” tutup Asnat. (trp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *